Kredit Pendidikan Dorong Mahasiswa untuk Lanjutkan Pendidikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perbankan nasional untuk
memberikan program kredit pendidikan atau student loan. Program ini
dinilai telah berhasil dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) di Amerika Serikat. Namun dalam pelaksanaanya di Amerika, banyak
pelajar yang tidak bisa melunasi kredit pendidikan hingga lulus kuliah.

Menanggapi hal itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
(Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, kredit pendidikan penting
untuk mendorong pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi.
"Dengan kredit pendidikan ini ada harapan baru, ini sangat baik
memberikan bantuan kepada mahasiswa agar bisa melanjutkan pendidikan dan
menyelesaikan kuliahnya," ujar Nasir di Jakarta, Rabu (21/3/2018).
Terkait kredit macet yang terjadi di Amerika, Nasir mengatakan, hal
tersebut bisa diminimalisir dengan melihat segmen mahasiswa yang
diberikan bantuan dengan kredit pendidikan tersebut. Ia mencontohnya,
saat ini baru mahasiswa S-2 dan S-3 yang diberikan bantuan kredit
pendidikan. Sebab, mahasiswa pascasarjana memberikan resiko rendah
terhadap terjadinya kredit macet.
"Saat ini S-2 dan S-3 kita dorong agar bisa memanfaatkan peluang ini.
Kemudian mahasiswa jurusan Saintek juga karena ilmu Saintek dibutuhkan
membangun perekonomian infrastruktur Indonesia ke depan," tuturnya.
Kedepannya, ia berharap mahasiswa S-1 juga dapat diberikan kredit
pendidikan. "Kredit pendidikan tidak harus dari semester satu saja,
semester 7 atau 8 bisa, agar kuliahnya bisa tepat waktu selesainya di
semester 8 dan tidak gagal," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat
Terbatas (Ratas) tentang Peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia di
Kantor Presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu, menantang perbankan
Indonesia untuk mengeluarkan produk kredit di bidang pendidikan tinggi.
Kucuran kredit ini diberikan dalam rangka investasi di bidang pendidikan
Indonesia.
Jokowi mengungkapkan, sistem kredit pendidikan ini dapat dilihat dari
apa yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat, di mana nilai pinjaman
kredit pendidikan telah melampaui nilai pinjaman kartu kredit.
Total pinjaman untuk kartu kredit di sana mencapai USD800 miliar,
sedangkan untuk kredit pendidikan nilainya mencapai USD1,3 triliun.
“Ini saya kira sebuah contoh yang mungkin harus kita dorong agar yang
namanya kredit pendidikan atau student loan ini betul-betul bisa kita
kerjakan di sini,” ungkapnya.
Sumber : https://news.okezone.com/read/2018/03/21/65/1875933/kredit-pendidikan-dorong-mahasiswa-untuk-lanjutkan-pendidikan